Ada Museum Nyamuk Di Pangandaran

Siapa sangka hewan kecil yang sering kita temui ini memiliki daya tarik yang luar biasa bagi jutaan umat manusia di dunia.
Nyamuk, hewan yang masuk kategori serangga ini ternyata berdampak luas bagi kehidupan manusia baik secara negatif maupun positif.

Museum Nyamuk Pertama Di Indonesia terletak di Jl Raya Pangandaran KM 3 Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, satu-satunya museum dan teater nyamuk di Indonesia, dibangun tahun 2009 lalu, Museum itu mengoleksi berbagai jenis nyamuk yang ada di Indonesia, sekaligus memiliki koleksi tanaman pengusir nyamuk dan tanaman obat untuk gejala penyakit yang dibawa oleh nyamuk

Museum, teater, dan koleksi tanaman antinyamuk tersebut merupakan program Departemen Kesehatan RI. Tujuannya, untuk memperkenalkan kepada masyarakat tentang berbagai jenis nyamuk di Indonesia dan jenis nyamuk apa saja yang menjadi penular (vektor) penyakit, dan sebagai pendukung wisata ilmiah.Gedung berkonsep minimalis dengan nuansa perpaduan hijau, merah dan oranye ini dilengkapi fasilitas sesuai kegiatan yang dilakukan di gedung tersebut.

Fasilitas itu terdiri dari gedung sinema berukuran 9×8 meter dengan kapasitas 120 orang, ruang multimedia yang berfungsi untuk proses editing dan dubbing, pusat pelayanan yang berfungsi sebagai tempat pelayanan informasi, penjualan tiket serta penjualan souvenir dan museum sebagai tempat penyimpanan koleksi dan dokumen.

Museum nyamuk pertama di Indonesia ini dihiasi replika nyamuk ukuran besar pada dinding utamanya. Ada enam Genus (tingkatan) koleksi nyamuk yang dimiliki museum ini, yaitu, Aedes, Culex, Anopheles, Mansonia, Armigeres dan Toxor. Masing-masing genus terdiri dari spesimen, stadium telur, larva, pupa dan nyamuk.

Di museum satu-satunya di Indonesia ini terdapat berbagai fasilitas agar masyarakat waspada akan bahaya nyamuk.Pegunjung dapat mengenal berbagai fase perkembangan hewan ini. Selain itu diperlihatkan juga contoh-contoh spesimen genus mulai dari aedes aegypti, nyamuk penyebar demam berdarah, hingga nyamuk cerlex quin-ques-fast-ciatus, penyebar penyakit kaki gajah.

Hal ini dimaksudkan Agar pengunjung dapat membayangkan secara visual tentang siklus hidup nyamuk, dan dapat memberi pemahaman tentang pencegahan sejak dini dari penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Kajian, Panduan, Solusi. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s